Kediri (03/01)— Dalam rangka memberikan penguatan keimanan dan menjaga konsistensi niat beramal di awal tahun 2026, Nasehat Jumat kembali disampaikan di Masjid Baitul A’la Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri, Jumat (2/1/2026). Nasehat Jumat kali ini disampaikan oleh Asyhari Eko Prayitno, S.Psi., M.M., M.Pd., selaku Humas Pondok Pesantren Wali Barokah.
Kegiatan Nasehat Jumat bertujuan memberikan penguatan spiritual kepada jamaah, khususnya dalam menjaga keikhlasan beramal serta meningkatkan kesadaran menghadapi tantangan moral di tengah perkembangan zaman, seiring memasuki awal tahun 2026 Masehi.
Dalam nasehatnya, Asyhari Eko menekankan bahwa niat merupakan fondasi utama dalam setiap amal perbuatan. Amal yang tampak baik dan banyak tidak akan bernilai di sisi Allah SWT apabila tidak dilandasi dengan niat yang ikhlas karena Allah.
“Menjaga niat tidak cukup hanya di awal, tetapi harus dihadirkan sebelum beramal, saat beramal, dan setelah beramal. Seluruh amal hendaknya disetting dengan niat ikhlas lillahi ta’ala agar bernilai ibadah dan mendatangkan keberkahan,” tuturnya.
Lebih lanjut, beliau mengaitkan momentum pergantian tahun Masehi 2026 dengan tantangan zaman yang semakin berat, khususnya dari sisi moral dan adab. Meskipun kemajuan teknologi berkembang pesat, di sisi lain terjadi penurunan akhlak dan etika sosial, termasuk berkurangnya adab pelajar terhadap guru serta melemahnya tata krama di tengah masyarakat.
Mengacu pada hadits Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Anas bin Malik, disampaikan bahwa tahun-tahun yang akan datang membawa ujian yang semakin berat bagi umat. Oleh karena itu, keimanan harus senantiasa dijaga dan diperkuat dengan ilmu serta amal saleh.
Dalam konteks sosial, beliau juga menyoroti fenomena akhir dan awal tahun yang sering diwarnai dengan hura-hura dan kemaksiatan. Berbeda dengan itu, jamaah LDII diarahkan untuk mengisi momentum tersebut dengan kegiatan positif, seperti pengajian, ibadah, dan pembinaan keagamaan.
Hal tersebut sejalan dengan hadits Rasulullah SAW (HR. Ibnu Majah) tentang datangnya berbagai fitnah yang silih berganti, hingga seseorang bisa beriman di pagi hari namun kufur di sore hari, kecuali mereka yang dihidupkan hatinya oleh Allah SWT dengan ilmu. Dalam hal ini, kegiatan pengajian rutin—baik harian maupun mingguan di tingkat PAC, PC, hingga DPD—menjadi benteng utama dalam menjaga keimanan dan moral warga, khususnya generasi muda.
Selain itu, jamaah diingatkan untuk senantiasa mensyukuri enam nikmat utama, yaitu nikmat sehat, nikmat waras (akal sehat), nikmat longgar (waktu luang), nikmat aman, nikmat hidup, dan nikmat hidayah. Dari keenam nikmat tersebut, nikmat hidayah merupakan nikmat yang paling utama.
“Tanpa hidayah, lima nikmat lainnya tidak memiliki nilai. Ibarat angka nol yang tidak berarti tanpa angka satu di depannya. Hidayah adalah nikmat mahal yang hanya Allah berikan kepada orang-orang yang dicintai-Nya,” jelasnya.
Menutup Nasehat Jumat, jamaah diajak untuk bermuhasabah memasuki tahun 2026 Masehi dan 1447 Hijriah dengan meningkatkan amal ibadah, keimanan, serta pemahaman agama. Harapannya, seluruh jamaah dapat tetap istiqamah dalam Islam, memperoleh husnul khatimah, serta mendapatkan keselamatan dari api neraka dan dimasukkan ke dalam surga.











