Kediri (24/5). Penasehat Jum’at di Masjid Baitul A’la, Ust. Mushonif Nasrun Zamzami, menyampaikan pentingnya memahami keutamaan hari Jumat serta memanfaatkannya sebagai momentum memperbanyak amal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dalam nasehatnya, beliau menjelaskan bahwa khutbah yang telah disampaikan sebelumnya memuat beberapa poin penting terkait kewajiban dan keutamaan sholat Jumat. Sholat Jumat diwajibkan bagi laki-laki yang sudah baligh dan berakal, sedangkan bagi perempuan hukumnya sunnah sehingga tidak diwajibkan menghadirinya.
Beliau juga menerangkan adanya beberapa golongan yang mendapat rukhsah atau keringanan untuk tidak menghadiri sholat Jumat, yaitu budak, anak kecil, orang sakit, dan musafir. Orang sakit yang tidak mampu menghadiri sholat Jumat diperbolehkan menggantinya dengan sholat Dzuhur di rumah. Begitu pula musafir yang melakukan perjalanan lebih dari 80 kilometer, diperbolehkan tidak mengikuti sholat Jumat namun tetap wajib melaksanakan sholat Dzuhur.
Selain membahas kewajiban sholat Jumat, Ust. Mushonif Nasrun Zamzami juga menyampaikan berbagai sunnah di hari Jumat yang dapat meningkatkan kualitas ibadah seorang muslim. Di antaranya adalah mandi Jumat, memakai pakaian terbaik, menggunakan minyak wangi, memperbanyak dzikir dan sholawat, membaca Surat Al-Kahfi, serta datang lebih awal ke masjid.
Beliau menuturkan bahwa apabila seseorang memiliki waktu luang sebelum sholat Jumat, maka sebaiknya digunakan untuk mempersiapkan diri dengan baik dan datang lebih awal ke masjid. Dengan begitu, waktu dapat dimanfaatkan untuk berdzikir, membaca Al-Qur’an, dan menunggu pelaksanaan sholat Jumat dengan penuh kekhusyukan.
Datang lebih awal ke masjid juga dianjurkan dengan berjalan kaki apabila mampu. Setiap langkah menuju masjid akan dicatat sebagai pahala dan menjadi sebab dihapuskannya dosa. Semakin jauh langkah seseorang menuju masjid, semakin besar pula pahala yang diberikan Allah SWT.
Dalam nasehatnya, beliau mengingatkan bahwa hari Jumat merupakan sayyidul ayyam atau penghulu segala hari. Nabi Adam AS diciptakan pada hari Jumat, dimasukkan ke surga pada hari Jumat, dan diturunkan ke bumi juga pada hari Jumat. Bahkan hari kiamat pun akan terjadi pada hari Jumat. Hal ini menunjukkan betapa agung dan mulianya hari tersebut di sisi Allah SWT.
Beliau juga mengutip hadis yang menjelaskan besarnya pahala bagi orang yang memperbaiki wudhunya, datang tepat waktu untuk sholat Jumat, mendengarkan khutbah dengan baik, dan tidak melakukan perbuatan sia-sia. Orang yang melakukannya akan mendapatkan ampunan dosa dari Allah SWT.
Menurut beliau, sebenarnya pahala sangat mudah diraih apabila seorang muslim mau memanfaatkan kesempatan yang ada. Hari Jumat diibaratkan seperti hujan pahala yang Allah limpahkan kepada hamba-hamba-Nya. Namun tidak semua orang mampu memanfaatkannya dengan baik. Masih ada yang datang terlambat, tidak memperhatikan khutbah, bahkan tertidur ketika khutbah berlangsung.
Ust. Mushonif Nasrun Zamzami juga mengingatkan bahwa banyak amalan sederhana yang memiliki pahala besar, seperti menyempurnakan wudhu, berjalan menuju masjid, membaca sholawat, membaca Surat Al-Kahfi, dan melaksanakan sholat Jumat dengan baik.
Beliau menegaskan bahwa sebenarnya surga itu dekat dan pahala ada di mana-mana. Akan tetapi, manusia sering kali malas untuk meraihnya. Bahkan hanya dengan menjauhi maksiat dan memperbanyak dzikir saja seseorang sudah bisa mendapatkan pahala yang besar.
Di akhir nasehatnya, beliau mengajak jamaah untuk benar-benar memanfaatkan hari Jumat sebagai kesempatan memperbanyak amal shalih. Terlebih bagi para santri yang masih memiliki banyak waktu dan kesempatan untuk beribadah dibandingkan sebagian orang di luar sana yang sibuk bekerja.
Beliau juga mengingatkan bahwa manusia tidak pernah mengetahui apakah masih akan bertemu dengan Jumat berikutnya atau tidak. Karena itu, setiap muslim hendaknya memanfaatkan hari mulia tersebut untuk mencari ridha Allah SWT dan memperbanyak bekal amal menuju akhirat.











