Kediri (27/01) — Dalam nasihat yang disampaikan oleh Penasehat Budianto pada Jum’at, 23 Januari 2026, bertempat di Masjid Baitul A’la, ditegaskan bahwa sebagai hamba Allah kewajiban utama yang harus dimiliki setiap Muslim adalah akhlakul karimah. Nabi Muhammad ﷺ diutus oleh Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia. Oleh karena itu, keberhasilan paling awal dan paling utama dalam kehidupan seorang santri maupun umat Islam adalah keberhasilan dalam membentuk akhlak yang mulia.
Akhlakul karimah merupakan akhlak yang luhur, tercermin dalam tabiat dan perilaku yang baik, terutama dalam menjaga lisan. Lisan yang tidak terjaga dapat merusak seluruh amal kebaikan. Rasulullah ﷺ pernah menjelaskan tentang seseorang yang rajin shalat, tekun berpuasa, dan gemar bersedekah, namun lisannya buruk—menyakiti orang lain dengan perkataan, mencela, bahkan membuli. Rasulullah ﷺ menegaskan bahwa orang tersebut masuk neraka. Hal ini menjadi pengingat bahwa ibadah yang banyak tidak akan bernilai sempurna tanpa diiringi akhlak yang mulia.
Selain akhlak, keberhasilan seorang santri juga ditentukan oleh kesungguhannya dalam menuntut ilmu. Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, dan derajat orang-orang beriman di sisi Allah ditentukan oleh ilmu yang dimiliki. Lingkungan pesantren menjadi pusat dan ladang ilmu yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Santri dituntut untuk bersungguh-sungguh, tidak mudah menyerah, serta fokus mempelajari Al-Qur’an, Al-Hadis, dan kitab-kitab rujukan para ulama, termasuk Kutubus Sittah, agar mampu meraih ilmu yang benar dan bermanfaat.
Akhlak yang baik dan ilmu yang cukup harus diiringi dengan peningkatan kualitas ibadah kepada Allah. Ibadah wajib seperti shalat lima waktu menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim, sedangkan ibadah sunnah seperti puasa sunnah, shalat sunnah, doa malam, dan tahajud menjadi penyempurna. Bagi para santri, lingkungan pesantren merupakan tempat terbaik untuk melatih keistiqamahan ibadah sebelum kelak terjun ke tengah masyarakat.
Keberhasilan berikutnya adalah memiliki daya juang yang tinggi dalam beramal shalih. Setiap amanah hendaknya dijalankan dengan ikhlas karena Allah, penuh tanggung jawab, dan kesungguhan. Sikap ringan tangan atau entengan dalam membantu kebaikan harus menjadi karakter yang melekat pada diri santri. Jika diberi amanah untuk melakukan amal shalih, maka laksanakan dengan sebaik-baiknya. Jika belum mampu, sampaikan izin dengan cara yang baik dan santun.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, santri juga dituntut memiliki kefahaman agama dan keyakinan yang kuat. Kemudahan akses kemaksiatan serta masuknya berbagai pemikiran dan pengaruh dari luar dapat melemahkan iman apabila tidak disikapi dengan benar. Oleh karena itu, santri harus tetap kuat dalam keimanan, teguh memegang ajaran Islam, serta waspada dan selektif terhadap setiap pengaruh yang datang.
Melalui nasihat ini, diharapkan para santri dan seluruh umat Islam mampu meraih lima keberhasilan utama dalam kehidupan, yaitu akhlak yang mulia, ilmu yang bermanfaat, ibadah yang istiqamah, daya juang yang tinggi, serta keyakinan yang kokoh, sebagai bekal menuju keselamatan dunia dan akhirat.











