Kediri (2/12) — Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri menegaskan komitmennya dalam mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS). Komitmen tersebut disampaikan melalui kehadiran dua Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, H. Agung Riyanto, S.Si dan Drs. H. Agus DS, MP, dalam Pertemuan Koordinasi Mitra yang digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri di Grand Surya Hotel, Selasa (2/12).
Acara yang melibatkan berbagai organisasi keagamaan dan lintas iman ini bertujuan memperkuat sinergi untuk mengimplementasikan enam pilar Germas di masyarakat, termasuk di lingkungan pesantren.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Kediri, Candra Jaya, menyampaikan bahwa implementasi Germas memerlukan peran kolektif, terutama dari lembaga keagamaan.
“Masalah lingkungan itu tidak mungkin bisa diselesaikan sendiri, tetapi secara komunitas. Germas itu sangat dekat dengan perubahan perilaku masyarakat,” ujarnya.
Ia memaparkan perkembangan enam pilar Germas, mulai aktivitas fisik, PHBS, pangan sehat, penurunan stunting, deteksi dini melalui CKG, hingga peningkatan kualitas lingkungan.

Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah sekaligus Ketua DPD LDII Kota Kediri, H. Agung Riyanto, S.Si, menekankan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam edukasi kesehatan.
“Tokoh agama itu dekat dengan umat dan menjadi panutan. Ruang dakwah seperti ceramah dan kajian sangat efektif untuk menyampaikan pesan kesehatan,” jelasnya.
Ia menyebut bahwa menjaga kesehatan sejatinya merupakan bagian dari pendidikan karakter santri.
Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, Drs. H. Agus DS, MP, dalam kesempatan wawancara menegaskan bahwa prinsip Germas sangat relevan untuk rutinitas kehidupan santri.
“Kegiatan ini mendukung peningkatan gerakan masyarakat yang sehat, melalui aktivitas fisik, olahraga yang cukup, dan menerapkan hidup bersih dan sehat,” tuturnya.
Ia menekankan pentingnya menjadikan kebersihan sebagai budaya:
“Kebersihan itu harus menjadi habit, kebiasaan baik yang dilakukan setiap hari oleh warga pondok.”
Beliau juga menyoroti pentingnya makanan bergizi di lingkungan pesantren:
“Pangan harus berkualitas, bergizi, dan pola makan yang sehat harus diterapkan.”
Drs. Agus menjelaskan bahwa pondok telah memiliki sistem deteksi dini melalui Poskestren, sehingga santri yang mengalami gangguan kesehatan dapat segera diketahui.
Selain itu, peningkatan kualitas lingkungan melalui program Eco Pesantren terus dikuatkan.
“Semua ini bukan hanya program di atas kertas, namun harus dilaksanakan oleh seluruh warga pondok—guru, pengurus, dan santri,” tegasnya.

Partisipasi Ponpes Wali Barokah dalam kegiatan ini mempertegas peran pesantren sebagai mitra strategis pemerintah dalam peningkatan derajat kesehatan masyarakat. Kegiatan tersebut juga dihadiri Pemuda LDII Kota Kediri, Wanita LDII, para ketua pondok LDII Kota Kediri, serta delegasi dari Ponpes Wali Barokah.
Pesan yang dibawa pondok jelas: pola hidup bersih harus menjadi habit, bukan sekadar anjuran, tetapi budaya yang membentuk karakter santri dan warga pondok menuju lingkungan yang sehat, bersih, dan berkelanjutan.











