Kediri (19/3) – Menjelang datangnya Hari Raya Idulfitri, suasana haru dan rindu kampung halaman mulai dirasakan oleh banyak orang. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat para santri di Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri yang tetap bertahan di pondok untuk menuntut ilmu dan meningkatkan ibadah. Nasihat ini disampaikan oleh Ust. Sunan Al Rosid pada Jumat, 13 Maret 2026, bertempat di Masjid Baitul A’la.
Dalam penyampaiannya, beliau menegaskan bahwa bertahannya para santri di pondok di saat banyak orang telah berkumpul bersama keluarga merupakan bukti kesungguhan dalam menuntut ilmu dan beribadah kepada Allah SWT.
“Pada waktu seperti ini, banyak orang yang sudah berada di rumah bersama keluarga. Namun bagi kita yang masih berada di pondok, ini menunjukkan kesungguhan kita. Ini adalah kesempatan yang Allah berikan kepada kita,” disampaikan dalam nasihat tersebut.
Lebih lanjut ditekankan bahwa kesempatan yang ada hendaknya tidak disia-siakan. Para santri diajak untuk mengisi waktu dengan introspeksi diri, memperbaiki kualitas ibadah, serta meningkatkan amal kebaikan.
Selama seseorang masih diberikan kesempatan hidup, berarti Allah SWT masih membuka peluang untuk memperbaiki diri. Oleh karena itu, momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya, tidak hanya sekadar dipikirkan, tetapi benar-benar diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam nasihat tersebut juga disampaikan perumpamaan menarik terkait kesempatan beribadah, yaitu seperti hujan yang turun dengan lebat. Setiap orang mendapatkan kesempatan yang sama, namun hasil yang diperoleh bergantung pada kesiapan masing-masing dalam “menampungnya”.
“Jika wadahnya hanya kecil, maka yang didapat juga sedikit. Namun jika wadahnya besar, maka hasil yang diperoleh juga besar, padahal hujannya sama,” jelasnya.
Demikian pula dengan ibadah di bulan Ramadan. Santri yang mampu memaksimalkan waktunya, seperti menghidupkan malam mulai dari salat tarawih hingga menjelang subuh dengan berbagai amal ibadah, akan mendapatkan hasil yang lebih besar.
Bagi yang memiliki keterbatasan aktivitas, tetap dianjurkan untuk mengambil bagian dari kesempatan tersebut, walaupun sedikit. Yang terpenting adalah kesungguhan dan keikhlasan dalam memanfaatkan waktu yang telah Allah SWT berikan.
Melalui nasihat ini, diharapkan para santri tetap istiqamah, tidak merasa sendiri, serta mampu menjadikan momen menjelang Lebaran sebagai ladang peningkatan kualitas diri, baik dalam ilmu maupun ibadah.










