Kediri (22/5) Humas Pondok Pesantren Wali Barokah, Asyhari Eko Prayitno menghadiri undangan Pemerintah Kota Kediri dalam acara Penutupan Rangkaian Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) Tahun 2026, yang digelar di Hotel Viva Kediri, pada Jumat (22/5).
Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forkopimda, perwakilan serikat pekerja, OPD terkait, BPJS Ketenagakerjaan, Bank Jatim, organisasi kemasyarakatan, serta sejumlah elemen masyarakat lainnya. Acara berlangsung sebagai bentuk evaluasi sekaligus penguatan sinergi antara pemerintah, pekerja, dan stakeholder dalam menjaga kondusivitas ketenagakerjaan di Kota Kediri.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Tenaga Kerja Kota Kediri, Eko Lukmono Hadi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung rangkaian kegiatan Hari Buruh Internasional 2026 sehingga berjalan aman dan lancar.
Ia mengatakan, Pemkot Kediri sebelumnya telah melaksanakan berbagai kegiatan mulai dari rapat koordinasi, sosialisasi peraturan perusahaan hingga pemberangkatan sekitar 1.100 pekerja dalam kegiatan peringatan Hari Buruh.
“Alhamdulillah rangkaian kegiatan Hari Buruh Internasional di Kota Kediri berjalan dengan baik. Ini berkat dukungan semua pihak, mulai dari aparat keamanan, serikat pekerja, perusahaan, hingga elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Kediri terus berupaya menciptakan iklim investasi yang baik agar mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat. Selain itu, pemerintah juga mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui berbagai program pelatihan dan perlindungan ketenagakerjaan.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dukungan dan partisipasi dari rekan-rekan pengurus pondok (Wali Barokah) dalam rangkaian kegiatan yang telah berjalan. Alhamdulillah, berkat sinergi semua pihak, seluruh rangkaian Hari Buruh Internasional di Kota Kediri dapat terlaksana dengan aman, kondusif, dan produktif,” ujarnya.
Menurutnya, Pemkot Kediri juga sedang mengupayakan perluasan perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal hingga tingkat kelurahan dan pelaku UMKM.
“Rangkaian kegiatan tahun ini meliputi rapat koordinasi dengan serikat pekerja, sosialisasi peraturan perusahaan, hingga pemberangkatan sekitar 1.100 tenaga kerja. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, ia bersyukur produktivitas pekerja di Kota Kediri tetap terjaga dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Asisten Perekonomian Sekretariat Daerah Kota Kediri, Hery Purnomo menekankan pentingnya komunikasi dan stabilitas daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi serta keberlangsungan dunia usaha.
“Yang paling penting adalah menjaga stabilitas Kota Kediri. Ketika komunikasi berjalan baik, maka iklim usaha dan perputaran ekonomi juga akan berkembang dengan baik,” kata Hery Purnomo.
Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi generasi muda agar mampu bersaing di dunia kerja dan tidak hanya bergantung pada perusahaan besar. Menurutnya, pemerintah terus membuka ruang melalui pelatihan dan dukungan regulasi agar masyarakat memiliki daya saing dan kemandirian ekonomi.
“Pemkot Kediri berkomitmen untuk terus mempermudah proses perizinan investasi, mengalokasikan anggaran pelatihan kerja yang tepat sasaran agar memiliki nilai tawar tinggi, serta memperluas perlindungan jaminan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja informal di tingkat RT, RW, Kelurahan, hingga pelaku UMKM,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pondasi utama kemajuan Kota Kediri terletak pada stabilitas wilayah yang dibangun lewat komunikasi yang kuat antar-sektor.
“Komunikasi yang luar biasa itu tidak perlu teori yang rumit, yang terpenting adalah kebersamaan yang berjalan nyata di lapangan. Hubungan silaturahim yang intensif antara pemerintah, aparat keamanan, lembaga keagamaan, dan pekerja adalah kunci utama menjaga stabilitas kota. Jika kota aman, perputaran ekonomi dan iklim investasi akan berjalan sesuai harapan,” jelasnya.
Menghadapi tantangan ke depan—termasuk proyeksi lompatan ekonomi di sekitar kawasan infrastruktur baru dan pusat pendidikan pada tahun 2029—Hery menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda yang kompeten dan mandiri.
“Pemerintah terus membuka ruang melalui regulasi dan fasilitas. Ke depan, yang dibutuhkan adalah anak-anak kita yang memiliki kompetensi layak, sehingga mampu bersaing secara sehat, berdikari, dan memberikan nilai tambah langsung bagi perekonomian Kota Kediri,” tegasnya.
Humas Ponpes Wali Barokah, Asyhari Eko Prayitno mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kediri yang terus membangun komunikasi bersama berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan dan pondok pesantren.
“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk mempererat sinergi antara pemerintah, pekerja, dunia usaha, dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas serta mendorong kesejahteraan bersama di Kota Kediri,” ujarnya.









