Kediri (13/12) — Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas kesehatan santri. Hal ini diwujudkan melalui kunjungan silaturahim dan koordinasi lanjutan dengan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Institut Ilmu Kesehatan (IIK) Bhakti Wiyata, yang berlangsung di Ruang Dekanat FKG IIK Bhakti Wiyata, Selasa (9/12).
Kunjungan tersebut bertujuan mematangkan implementasi kerja sama di bidang kesehatan dan pendidikan sebagai bagian dari penguatan Program Pesantren Sehat. Rombongan Ponpes Wali Barokah dipimpin langsung oleh Ketua Ponpes, KH. Sunarto, didampingi Kepala SMA di bawah naungan Yayasan Wali Barokah H. Agus DS, Sekretaris Ponpes Daud Soleh, serta jajaran pengurus lainnya.
Dekan FKG IIK Bhakti Wiyata, drg. Puspa Dila Rohmaniar, menyambut positif kelanjutan kerja sama ini. Ia menegaskan bahwa sinergi antara institusi pendidikan kesehatan dan pesantren memiliki potensi besar untuk saling menguatkan dan mengembangkan kapasitas masing-masing lembaga.
“Kerja sama ini merupakan kelanjutan dari pertemuan sebelumnya. Hari ini kami fokus membahas langkah-langkah teknis agar kolaborasi dapat berjalan optimal, terutama dengan melibatkan Rumah Sakit Gigi dan Mulut (RSGM) serta program studi profesi,” ujarnya.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya bermanfaat bagi pesantren, tetapi juga membuka ruang luas bagi sivitas akademika IIK Bhakti Wiyata dalam bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap kolaborasi ini dapat menjadi model integrasi antara lembaga pendidikan Islam dan institusi kesehatan.
“Harapannya, sinergi ini bisa menjadi contoh kolaborasi yang berkelanjutan dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan berkemajuan,” tambahnya.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga membahas transisi dari Nota Kesepahaman (MoU) menuju Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih teknis dan aplikatif. Rencana implementasi kerja sama meliputi kegiatan pengabdian masyarakat, edukasi kesehatan berkala, serta pemeriksaan kesehatan gigi bagi santri yang ditargetkan dapat dilaksanakan secara rutin minimal satu kali dalam setahun.

Sementara itu, KH. Sunarto menyampaikan bahwa kerja sama ini memiliki nilai strategis bagi peningkatan kualitas hidup dan kesehatan santri. Meski Ponpes Wali Barokah telah menorehkan prestasi sebagai Juara 1 Pesantren Sehat tingkat Kota Kediri dan Juara 3 tingkat Provinsi Jawa Timur, ia menilai masih terdapat aspek kesehatan yang perlu terus diperkuat, khususnya kesehatan gigi.
“Kami menyadari bahwa meskipun terlihat kecil, kesehatan gigi memiliki pengaruh besar terhadap aktivitas dan kualitas hidup santri. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat melahirkan kader-kader kesehatan Poskestren yang memiliki pemahaman khusus tentang kesehatan gigi,” jelasnya.
Lebih jauh, KH. Sunarto memaparkan visi jangka panjang Ponpes Wali Barokah dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, yakni mencetak generasi dai dan sarjana yang unggul secara intelektual sekaligus sehat secara fisik.
“Ilmu yang tinggi harus didukung oleh kondisi kesehatan yang prima. Inilah pola pikir yang ingin kami bangun, agar para santri siap berkontribusi secara maksimal bagi umat dan bangsa,” tegasnya.











