KEDIRI (21/02) – Dalam suasana bulan suci Ramadan 1447 H / 2026 M, Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah, H. Agung Riyanto, menyampaikan nasihat agama pada Jumat, 20 Februari 2026, usai pelaksanaan salat Jumat. Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan pentingnya saling menasihati dalam kebaikan sebagai bagian dari pengamalan ajaran Islam di tengah kehidupan bermasyarakat.
Beliau mengingatkan bahwa hakikat penciptaan manusia dan jin adalah semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, setiap aktivitas kehidupan harus dilandasi niat yang lurus untuk meraih rida Allah, agar selamat dari siksa neraka dan mendapatkan kebahagiaan surga. Ramadan, menurut beliau, menjadi momentum terbaik untuk meluruskan kembali niat dan memperbaiki kualitas ibadah.
Dalam pemaparannya, H. Agung Riyanto menjelaskan empat strategi utama agar iman tetap kokoh hingga akhir hayat (husnul khatimah). Pertama, senantiasa bersyukur atas segala nikmat Allah, khususnya nikmat iman dan hidayah. Kedua, bersungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah tanpa menunda dan tanpa rasa malas. Ketiga, mengagungkan syiar-syiar Allah sebagai tanda ketakwaan hati. Keempat, memperbanyak doa agar senantiasa diberi keteguhan iman, karena doa merupakan wujud kerendahan hati seorang hamba di hadapan Allah SWT.
Memasuki Ramadan 2026 ini, beliau mengajak seluruh jamaah untuk memanfaatkan umur dan kesehatan yang masih diberikan Allah dengan sebaik-baiknya. Ia mencanangkan target “Lima Sukses Ramadan”, yaitu sukses puasa, sukses salat tarawih, sukses tadarus Al-Qur’an, sukses meraih kemuliaan malam Lailatul Qadar, dan sukses dalam penunaian zakat fitrah. Ramadan disebut sebagai ladang pahala yang dilipatgandakan, sehingga harus dijalani dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan perencanaan yang matang.
Selain pembinaan spiritual, Wakil Ketua Ponpes Wali Barokah tersebut juga menekankan pentingnya pembentukan karakter generasi muda. Secara khusus, beliau berpesan kepada para santri dan siswa Wali Barokah Boarding School agar mempersiapkan diri menjadi generasi penerus bangsa menuju Indonesia Emas 2045. Implementasi 29 karakter luhur—seperti jujur, amanah, disiplin, tanggung jawab, dan mandiri—harus menjadi identitas nyata, bukan sekadar slogan.
Sebagai penutup, beliau merumuskan lima langkah peningkatan kualitas diri bagi umat Islam. Pertama, meningkatkan ilmu melalui pengajian rutin. Kedua, menertibkan pelaksanaan ibadah wajib serta memperbanyak ibadah sunnah. Ketiga, berkontribusi dengan tenaga dan harta untuk kelancaran kegiatan ibadah dan dakwah. Keempat, memperkuat kerukunan melalui musyawarah dan kerja sama. Kelima, menjaga kepatuhan kepada Allah, Rasul, ulil amri, serta peraturan negara, sehingga terwujud umat yang solid dan warga negara yang kontributif bagi kemajuan bangsa.










