Kediri (11/3) – Dalam nasihat Jumat yang disampaikan pada Jumat, 6 Maret 2026, penasehat H. Nur Hadi Al Firdaus mengajak para jamaah untuk terus meningkatkan ketaatan kepada Allah, terutama di bulan suci Ramadhan. Beliau mengingatkan bahwa semakin lama seseorang hidup dalam menetapi Al-Qur’an dan Hadits, seharusnya semakin meningkat pula ketaatannya dalam menjalankan ajaran agama.
Beberapa hal yang perlu terus ditingkatkan di antaranya adalah semakin tertib dalam beribadah, semakin memahami ajaran agama, semakin yakin dan mantap dalam keimanan, serta semakin menjauhi berbagai bentuk pelanggaran dan dosa. Hal ini penting karena dosa dapat menjadi salah satu penyebab seseorang gagal meraih surga.
Memaksimalkan Bulan Ramadhan
Dalam nasihatnya, H. Nur Hadi Al Firdaus juga mengingatkan bahwa Ramadhan merupakan kesempatan besar bagi umat Islam untuk memperbaiki diri dan meningkatkan amal ibadah.
Beliau menyampaikan bahwa saat ini kaum muslimin telah memasuki puasa hari ke-16 di bulan Ramadhan. Oleh karena itu, umat Islam diharapkan mampu memanfaatkan sisa hari Ramadhan dengan sebaik-baiknya.
Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa ada orang yang menjalani bulan Ramadhan tetapi tidak mendapatkan ampunan dari Allah karena tidak memanfaatkan kesempatan yang mulia ini dengan baik. Karena itu, setiap muslim hendaknya bersungguh-sungguh dalam meningkatkan kualitas ibadahnya.
Saat menjalankan puasa, seseorang tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga harus menahan seluruh anggota tubuh dari perbuatan yang tidak baik. Lisan dijaga dari dusta, hati dijaga dari niat buruk, mata dijaga dari melihat hal yang haram, telinga dijaga dari mendengar sesuatu yang tidak baik, serta anggota tubuh dijaga dari perbuatan dosa.
Seruan Malaikat di Bulan Ramadhan
Dalam bulan Ramadhan, malaikat menyeru kepada manusia:
“Wahai orang yang berbuat kebaikan, datanglah dan perbanyaklah kebaikan.
Wahai orang yang berbuat keburukan, berhentilah dari keburukan itu.”
Seruan ini menjadi pengingat bahwa Ramadhan merupakan waktu yang sangat istimewa untuk memperbanyak amal saleh. Pada bulan ini pahala kebaikan dilipatgandakan, pintu ampunan Allah terbuka luas, dan menjadi kesempatan terbaik untuk meningkatkan kualitas ibadah.
Menjaga Anggota Tubuh Saat Berpuasa
Dalam kesempatan tersebut, disampaikan pula nasihat dari sahabat Jabir bin Abdillah bahwa ketika seseorang berpuasa, maka seluruh anggota tubuhnya juga harus ikut berpuasa.
Telinga dijaga dari mendengar keburukan, mata dijaga dari melihat sesuatu yang haram, lisan dijaga dari dusta dan ghibah, serta tangan dan kaki dijaga dari perbuatan dosa. Dengan demikian, puasa akan melahirkan ketenangan hati, kesabaran, serta kedekatan kepada Allah.
Tiga Tingkatan Puasa
Para ulama menjelaskan bahwa puasa memiliki tiga tingkatan.
Tingkatan pertama adalah puasa umum, yaitu menahan diri dari makan, minum, dan syahwat.
Tingkatan kedua adalah puasa khusus, yaitu menjaga seluruh anggota tubuh dari perbuatan dosa.
Tingkatan tertinggi adalah puasa khususul khusus, yaitu menjaga hati dari kesibukan dunia dan memusatkan perhatian sepenuhnya kepada Allah.
Amalan Penting di Bulan Ramadhan
Untuk meraih keberkahan Ramadhan, H. Nur Hadi Al Firdaus mengajak jamaah untuk menghidupkan beberapa amalan penting.
Pertama, menjaga puasa dengan baik, tidak hanya menahan lapar dan haus tetapi juga menjaga diri dari perbuatan dosa.
Kedua, melaksanakan sholat tarawih. Dianjurkan mengikuti imam hingga selesai agar mendapatkan pahala seperti sholat semalam penuh.
Ketiga, memperbanyak membaca Al-Qur’an. Setiap muslim diharapkan berusaha mengkhatamkan Al-Qur’an minimal satu kali selama Ramadhan.
Keempat, mencari malam Lailatul Qadar, terutama pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadhan. Pada malam-malam tersebut dianjurkan memperbanyak sholat sunnah, tilawah Al-Qur’an, dzikir, istighfar, sholawat, dan doa.
Salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca adalah:
اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
Adab I’tikaf di Masjid
I’tikaf merupakan ibadah dengan berdiam diri di masjid untuk mendekatkan diri kepada Allah. Saat melaksanakan i’tikaf, dianjurkan memperbanyak sholat sunnah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, beristighfar, dan berdoa.
Sebaliknya, hal-hal yang tidak bermanfaat seperti banyak berbicara tanpa tujuan, menyibukkan diri dengan hal yang tidak berguna, serta bermalas-malasan dan tidur berlebihan sebaiknya dihindari.
Jangan Lupa Zakat Fitrah
Di akhir bulan Ramadhan, setiap muslim memiliki kewajiban untuk menunaikan zakat fitrah sebelum pelaksanaan sholat Idul Fitri. Zakat fitrah bertujuan untuk menyempurnakan ibadah puasa, membersihkan diri dari kekurangan selama Ramadhan, serta membantu kaum fakir dan miskin.
Melalui nasihat ini, H. Nur Hadi Al Firdaus berharap agar seluruh jamaah mampu memanfaatkan bulan Ramadhan dengan sebaik-baiknya, meningkatkan ketaatan kepada Allah, serta meraih ampunan dan keberkahan di bulan yang penuh rahmat ini.










