Kediri (27/10). Kepala Bidang (Kabid) Kepemudaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Kediri, Aries Ahmad Chudori, memberikan apresiasi kepada Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri atas kontribusinya dalam membina pemuda dan santri. Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam seminar peringatan Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung di Gedung Wali Barokah, pada Selasa pagi (27/10).
Dalam keterangannya, Aries menegaskan bahwa para santri merupakan bagian tak terpisahkan dari pemuda yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah maupun nasional, khususnya di Kota Kediri.
“Mau tidak mau, santri sebagai pemuda juga diharapkan bisa memberikan kontribusi atas pembangunan di pemerintah ini, khususnya di Pemerintah Kota Kediri,” ujar Aries.
Ia juga menilai pesantren memiliki keunikan tersendiri karena menjadi cerminan keberagaman bangsa.
“Pesantren itu sebagai miniatur Indonesia, karena di Pondok Wali Barokah ini saya lihat seluruhnya dari Sabang sampai Merauke itu ada. Keberagaman ini diharapkan menjadi kontribusi besar untuk pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas, khususnya untuk Kota Kediri,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Aries menjelaskan bahwa Kota Kediri menjadi salah satu pionir dalam menjaga keharmonisan, salah satunya melalui Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB).
Menurutnya, pemuda dan santri merupakan support system utama dalam mewujudkan keharmonisan dan kemajuan daerah.

Mengusung semangat peringatan Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda dengan nilai patriotik dan simpatik untuk Indonesia, Aries berharap Pondok Pesantren Wali Barokah dapat terus menjadi pelopor (pilot project) dalam pemberdayaan pemuda berbasis santri.
“Harapan kita, Pemerintah Kota Kediri bisa berkolaborasi dengan pesantren melalui santri-santrinya untuk memberikan minimal keteladanan, etika, dan pendidikan,” pungkasnya.











