Kediri (7/6) – Guru Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri, H. Zaini Ahmadi, mengajak umat Islam untuk menjadikan Hari Jumat sebagai momentum meningkatkan ketakwaan melalui pelaksanaan Salat Jumat secara sempurna, disertai adab dan amalan-amalan sunnah yang telah diajarkan Rasulullah ﷺ. Hal tersebut disampaikan dalam nasihat Jumat yang membahas keutamaan, hukum, serta adab dalam melaksanakan Salat Jumat.
Menurut H. Zaini Ahmadi, Hari Jumat merupakan hari yang paling utama di antara seluruh hari. Karena itu, setiap muslim laki-laki yang telah memenuhi syarat wajib bersegera memenuhi panggilan Salat Jumat dan meninggalkan seluruh aktivitas yang dapat menghalangi pelaksanaannya. Larangan tersebut tidak hanya terbatas pada aktivitas jual beli, tetapi mencakup segala bentuk kesibukan yang dapat melalaikan seseorang dari kewajiban Salat Jumat.
Ia menjelaskan bahwa Salat Jumat hukumnya wajib bagi setiap muslim yang baligh, berakal, merdeka, dan mampu. Namun, syariat memberikan keringanan kepada beberapa golongan, yaitu hamba sahaya, perempuan, anak yang belum baligh, orang yang sakit berat, serta musafir yang sedang dalam perjalanan. Sementara itu, orang yang sakit ringan dan masih memungkinkan menghadiri masjid tetap berkewajiban melaksanakan Salat Jumat.
H. Zaini Ahmadi juga mengingatkan bahwa tidak terdapat tuntunan dalam sunnah untuk menjamak Salat Jumat dengan Salat Asar maupun menjamak-qasar Salat Jumat. Oleh sebab itu, kaum muslimin hendaknya menjaga pelaksanaan Salat Jumat sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.
Selain menjelaskan hukum Salat Jumat, H. Zaini Ahmadi juga menguraikan berbagai amalan sunnah yang dianjurkan sebelum berangkat ke masjid, seperti mandi Jumat, mengenakan pakaian terbaik, memakai wewangian, membersihkan gigi, serta datang lebih awal agar memperoleh keutamaan yang besar di sisi Allah Swt. Sebelum khatib naik mimbar, jamaah juga dianjurkan memperbanyak salat sunnah sesuai kemampuannya.
Ia menambahkan, ketika khutbah telah dimulai, seluruh jamaah wajib diam dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Bahkan, mengingatkan orang lain dengan berbicara saat khutbah berlangsung termasuk perbuatan laghw atau sia-sia yang dapat mengurangi kesempurnaan pahala Salat Jumat. Apabila merasa mengantuk saat khutbah, Rasulullah ﷺ menganjurkan agar jamaah berpindah tempat duduk atau mengubah posisi duduk agar kembali fokus mendengarkan khutbah.
Lebih lanjut, H. Zaini Ahmadi menjelaskan bahwa Hari Jumat merupakan hari terbaik sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ. Pada hari itulah Nabi Adam a.s. diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan dari surga, dan hari kiamat kelak akan terjadi pada Hari Jumat. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak amal saleh, seperti membaca Surah Al-Kahfi, memperbanyak selawat kepada Nabi Muhammad ﷺ, serta memperbanyak doa dan ibadah lainnya.
Melalui nasihat tersebut, H. Zaini Ahmadi berharap kaum muslimin tidak hanya melaksanakan Salat Jumat sebagai kewajiban, tetapi juga berusaha menyempurnakannya dengan menjaga adab, memperbanyak amalan sunnah, dan memanfaatkan kemuliaan Hari Jumat untuk meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan kepada Allah Swt.









